<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-2766387396345303337</atom:id><lastBuildDate>Fri, 29 Jul 2011 00:39:00 +0000</lastBuildDate><category>Doa</category><category>Renungan kotbah</category><title>Pentecost Reflection</title><description>Berbagi renungan Firman Tuhan baik lewat perenungan pribadi (saat teduh) , kotbah dan seminari Kristiani.
Review buku rohani Kristen , music/lagu rohani , film rohani Kristen.</description><link>http://pentecost-reflection.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Prayer Warrior)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2766387396345303337.post-6083402061776665256</guid><pubDate>Sat, 31 Jul 2010 09:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-07-31T16:22:58.561+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Renungan kotbah</category><title>Hati seorang murid Tuhan</title><description>&lt;div style="color: white; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=pentecreflec-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B00028HBKM&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;" Jagalah hatimu dengan segala  kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. "&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: red; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Amsal 4 : 23&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tuhan  Yesus disalibkan oleh karena akibat sikap ketidaktahuan mereka, bahkan  mereka menutup hati, mereka menolak segala kebenaran yang ada dalam diri  Yesus Kristus, mereka tahu bahwa Allah Abraham,&amp;nbsp; Ishak&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; Yakub,&amp;nbsp;  Allah&amp;nbsp; nenek&amp;nbsp; moyang&amp;nbsp; kita&amp;nbsp; telah memuliakan Hamba-Nya,&amp;nbsp; yaitu Yesus  (Kis 3:12-17) tetapi mereka tetap menolak, membunuh dan menyalibkan  Yesus karena ketidaktahuan mereka, mereka menutup hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidaktahuan dapat menimbulkan tragedi, bencana. Oleh karena itu kita  harus mengasah hati kita, karena ketidaktahuan berhubungan dengan hati.  Apabila seseorang mempunyai hati yang buta, maka seseorang itu tidak  mempunyai kepedulian. Sekalipun mereka melihat, mereka tidak melihat dan  tidak menganggap sekalipun mereka mendengar, mereka tidak mendengar dan  tidak mengerti, sebab hati mereka membebal, telinga mereka berat  mendengar, dan mata mereka melekat tertutup (Mat 13:13-16) oleh karena  itu jagalah hati kita dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah  terpancar kehidupan (Amsal 4:23) sehingga tidak terjadi tragedi, bencana  dan tidak dipermalukan, hati yang terbuka memancarkan kehidupan dan  hati yang telah diperbarui dapat membangkitkan kuasa.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap hati percaya penuh kepada Tuhan sangatlah penting, sebab jika kita  mengaku dengan mulut kita, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam  hati kita, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari orang mati, maka  kita akan diselamatkan, karena dengan hati orang yang percaya dan  dibenarkan, dan kita tidak akan dipermalukan (Roma 10:9-11) apabila  sikap hati kita percaya kepada Allah maka mujizat akan terjadi.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati perlu disiram, dan dirawat, hati yang sudah dibaharui, hati yang  sudah disucikan, hati yang sudah dibersihkan jangan berhenti karena  status legalitas dan kebanggaan, tetapi kita terus perlu air Firman  Tuhan untuk menyirami hati kita supaya bertumbuh, berbuah dan buahnya  manis dan mempunyai sikap hati yang berkenan kepada Tuhan.(Lukas 8:6)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara marilah kita membuka hati kita, menjaga hati kita dengan  segala kewaspadaan, karena dari sikap hati yang percaya dan terbuka  menimbulkan rasa kepedulian terhadap keluarga, jemaat, lingkungan serta  sesama sehingga tidak menimbulkan bencana atau tragedi tetapi kita dapat  membangun kebersamaan dalam jemaat, dan dengan sikap hati yang percaya  kepada Tuhan akan melahirkan mujizat dan kuasa. Tumbuhkan sikap hati  yang rindu dengar-dengaran Firman Tuhan sehingga hati kita senantiasa  disiram dan diperbaharui oleh Firman Allah sehingga dapat membedakan  manakah kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan  yang sempurna. (Roma 12:2)&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Haleluya Amin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: white; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="color: blue; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;Sumber : kotbah Bp. Pdt. Yos Hartono&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766387396345303337-6083402061776665256?l=pentecost-reflection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pentecost-reflection.blogspot.com/2010/07/hati-seorang-murid-tuhan.html</link><author>noreply@blogger.com (Prayer Warrior)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-2766387396345303337.post-8968689324489793518</guid><pubDate>Sat, 31 Jul 2010 04:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-08-01T12:18:19.300+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Renungan kotbah</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Doa</category><title>Hubungan doa dan Roh Kudus</title><description>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ASzzsTZF8IE/TFOe_UvifgI/AAAAAAAAAAw/qQYEkLVs2QU/s1600/stephen+tong.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_ASzzsTZF8IE/TFOe_UvifgI/AAAAAAAAAAw/qQYEkLVs2QU/s320/stephen+tong.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pdt.DR. Stephen Tong&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="color: #0000cc; font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;iframe align="left" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0" scrolling="no" src="http://rcm.amazon.com/e/cm?t=pentecreflec-20&amp;amp;o=1&amp;amp;p=8&amp;amp;l=bpl&amp;amp;asins=B002ZODQOQ&amp;amp;fc1=000000&amp;amp;IS2=1&amp;amp;lt1=_blank&amp;amp;m=amazon&amp;amp;lc1=0000FF&amp;amp;bc1=000000&amp;amp;bg1=FFFFFF&amp;amp;f=ifr" style="height: 245px; padding-right: 10px; padding-top: 5px; width: 131px;"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;ROH    KUDUS DAN DOA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Verdana,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;oleh &lt;a href="http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/stephen-tong/index.shtml"&gt;&lt;i&gt;Stephen Tong&lt;/i&gt;&lt;/a&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;"Demikian     juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu,  bagaimana    sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada  Allah dengan    keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati  nurani,    mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia sesuai dengan kehendak  Allah, berdoa    untuk orang-orang kudus." (Roma 8:26,27) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Doa  merupakan&lt;span style="color: red;"&gt; nafas    orang Kristen&lt;/span&gt;, suatu komunikasi antara yang diselamatkan dan  Juruselamat. Doa    merupakan &lt;i&gt;persatuan dari kehendak yang diciptakan dengan kehendak yang  menciptakan,    "the unity of the will of the created one and the Creator"&lt;/i&gt;. Doa  merupakan    persatuan dari kehendak kita, kemauan kita, yang disesuaikan dengan  kehendak    Allah Pencipta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Doa  penting sekali,    tetapi Alkitab dengan jujur mengatakan kepada kita, bahwa kita  sebenarnya tidak    tahu bagaimana seharusnya berdoa. Ini jujur sekali. Siapa yang  mengetahui bagaimana    seharusnya berdoa? Kita selalu hanya minta-minta kalau berdoa, meminta  menurut    kemauan kita sendiri. Dalam berdoa kita mau supaya Tuhan menyesuaikan  dengan    kehendak kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Ada  suatu cerita    tentang sepasang suami-istri di provinsi Shantung di Cina. Suami-istri  ini hidup    dari menjual kain dengan berkeliling, karena mereka tidak mempunyai  toko. Setiap    akhir tahun mereka mempunyai kebiasaaan berlutut di hadapan Tuhan dan  berdoa,    "Oh Tuhan, saya berterima kasih kepada-Mu, karena Engkau sudah  memberkati    kami sehingga untung 100 bal kain. Tuhan, saya minta tahun depan beri  saya keuntungan    200 bal kain." Sebelum doanya selesai si istri memotong, "Tuhan,  jangan    dengar doa suami saya, dengar doa saya. Kalau tahun ini Tuhan beri  keuntungan    100 bal kain, tahun depan juga sama, 100 bal saja cukup." Si suami  marah-marah,    "Saya belum amin, kenapa kamu ikut campur, kita akan susah kalau cuma  mendapat    100 bal kain." Tetapi si istri tidak peduli, ia melanjutkan doanya,  "Tuhan,    pokoknya doaku saja yang didengar. Jangan beri 200 bal. Kalau Engkau  beri 100    bal ia akan tetap setia dan mencintai saya. Kalau 200 bal ia nanti  akan cari    istri kedua." Inilah doa orang dunia, kedua-duanya berdoa untuk  mencari    keuntungannya sendiri, bukan mencari kehendak Tuhan dan kerajaan-Nya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya  ingin bertanya    kepada Saudara, apakah doa kita sudah sesuai dengan kehendak Tuhan?  Apakah kita    berdoa dengan pengertian akan apa yang dikehendaki oleh Tuhan?  Saudara, Alkitab    dengan terus terang berkata kepada kita bahwa kita sebenarnya tidak  tahu bagaimana    seharusnya berdoa. Apa yang kita doakan? Bagaimana kita harus  mendoakannya?    Kita sendiri tidak tahu. Banyak orang Kristen waktu berdoa asal buka  mulut saja,    "Tuhan, saya mau ini, mau itu". Sebelum saya melayani ke luar negeri    saya tanya istri saya, "Kalau saya pulang engkau perlu saya bawakan  apa?"    Jawabnya, "Jangan bawakan apa-apa, saya tidak perlu apa-apa." Lalu    saya tanya anak-anak saya, mau minta apa. Yang satu bilang, kali ini  tidak ada    keperluan apa- apa, tetapi saya pikirkan sendiri, dia perlu apa, nanti  saya    belikan untuk dia. Demikian juga Tuhan mau tahu hati kita waktu kita  berdoa,    bagaimanakah sikap kita terhadap kedaulatan, keinginan, rencana dan  kehendak    Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kedua  ayat di atas    menjelaskan bahwa kita sebenarnya tidak tahu bagaimana harus berdoa.  Itulah    sebabnya Roh Kudus diberikan menjadi Penolong bagi kita masing-masing,  untuk    menolong kita berdoa, menolong kita mengutarakan hati kita sepenuhnya  kepada    Tuhan sehingga sesuai dengan kehendak Tuhan. pada akhir ayat ini  dikatakan,    Roh Kudus mengetahui bagaimana berdoa bagi kita. Dia berdoa menurut  kehendak    Allah bagi orang-orang suci. Dalam keadaaan demikian kita melihat  hubungan antara    doa dan Roh Kudus. Bukan doa kita yang menggerakkan Roh Kudus,  melainkan sebaliknya    Roh Kudus menggerakkan roh kita untuk berdoa. Roh Kudus yang berdoa  bagi kita    sesuai dengan kehendak Allah yang menerima doa kita. Di sini kita  menegaskan    sekali lagi doktrin dan teologia doa yang benar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #0000cc; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;BERDOA    DALAM ROH DAN KEBENARAN&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara, semakin saya memikirkan, semakin limpah. Semakin saya  merenungkan,    semakin dalam saya mengerti, semakin saya mengerti semakin saya kagum  akan ajaran    Alkitab mengenai doa yang begitu berlimpah. Banyak orang Kristen dan  gereja    pada waktu berdoa tidak menyelidiki baik-baik teologi doa yang  diajarkan Alkitab.    Alkitab berkata, "Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang,  bahwa    penyembah-penyembah yang benar akan menyembah Bapa dalam roh dan  kebenaran."    (Yohanes 4:23). Dalam sembah sujud dan berbakti kepada Tuhan ada dua  unsur penting.    Pertama yaitu berbakti dengan jujur, berbakti di dalam kebenaran; ini  suatu    aspek fungsi rasio. Kedua, berbakti di dalam roh, berbakti di dalam  kuasa Roh    Kudus, ini aspek rohani. Iman mencakup dua wilayah; wilayah rasional  dan wilayah    spiritual. Wilayah rasional bersangkut-paut dengan fungsi pikiran.  Wilayah spiritual    bersangkut paut dengan fungsi kita berbakti dan memuliakan Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Yesus  Kristus berkata,    "Barangsiapa menyembah Allah, harus menyembah-Nya dalam roh dan  kebenaran."    Aku berbakti kepada Tuhan, baktiku berdasarkan kebenaran yang memimpin  pikiranku.    Berbahagialah orang yang pikirannya dipimpin oleh kebenaran dan hati  nuraninya    dipimpin oleh Roh Kudus, dan kedua aspek itu bekerja bersama-sama. Dwi  fungsi    berintegrasi di hadapan Tuhan. Jika kita mempunyai otak yang tidak  dipimpin    oleh Roh Kudus, bakti kita tidak diterima dengan baik. Jika kita  mempunyai roh    yang sungguh-sungguh tetapi tidak ada kebenaran yang memimpin kita,  kita tidak    mungkin memuliakan Tuhan dengan sungguh-sungguh. Berbahagialah orang  yang punya    integrasi, suatu penggabungan yang mencakup kedua aspek ini. Di bagian  rasio    ada kebenaran yang memimpin, di bagian rohani ada Roh Kudus yang  bertakhta.    Saudara-saudara, bakti sudah mencakup aspek fungsi hidup rohani yang  disebut    berdoa; berdoa dengan roh, berdoa dengan pengertian. "Aku akan berdoa  juga    dengan akal budiku," demikian Paulus berkata dalam 1 Korintus 14:15.  Doa    dalam roh dan doa dalam pikiran, doa dalam roh dan doa dalam akal,  dalam pengertian.    Betapa banyak orang berani menafsirkan ayat itu secara salah dengan  mengatakan,    bahwa engkau berdoa tidak perlu memakai pikiran, hanya berglosolali  atau roh    yang memimpin, sehingga pikiranmu kabur atau tidak jelas. Saya kira  itu bukan    ajaran Alkitab. Kalau Saudara meneliti surat Korintus, Paulus  menekankan bukan    hanya berdoa dalam roh tetapi juga memakai pengertian. Jadi di sini  keseimbangan    yang ditekankan. Roh Kudus memimpin rohmu dan Firman memimpin  pikiranmu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tidak ada  seorangpun    yang berhak memisahkan Roh Kudus dari kebenaran, dan tidak ada seorang  pun yang    berhak memisahkan pimpinan Roh Kudus dengan roh kita. Jika pikiran  kita tidak    dipimpin oleh Kebenaran, kita belum bisa berbakti kepada Allah. Jika  hati dan    nurani kita tidak dipimpin oleh Roh Kudus, kita belum mengerti  bagaiman berdoa    kepada Tuhan. Jadi, berbakti kepada Tuhan dalam kebenaran dan roh,  berdoa kepada    Tuhan dalam pikiran dan hati nurani yang dipimpin oleh Roh. Roh Kudus  tidak    mungkin memimpin seseorang tanpa memakai kebenaran. Dengan kebenaran  Dia memimpin    kita, karena Firman Tuhan menjadi pedoman hidup, Firman Tuhan menjadi  pelita    bagi jalan kita, Firman Tuhan menjadi penerang bagi hati nurani,  dengan cahaya    Firman kita dipimpin. Saudara-saudara, seorang yang rohani adalah  seorang yang    taat kepada kebenaran Alkitab. Seorang yang bijaksana adalah seorang  yang menaklukkan    pikiran di bawah kuasa Roh Kudus dan kedaulatan Tuhan Allah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: #0000cc; font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;BERDOA    SESUAI DENGAN KEHENDAK BAPA&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Roh Kudus  dan doa.    Doa dan Roh Kudus. Pada waktu Yesus, Anak Allah yang tunggal, berada  di dunia,    Dia tidak bisa berdoa tanpa pimpinan Roh Kudus. Ketika Anak Manusia  yang menjadi    wakil engkau dan saya berada dalam dunia, Allah yang menjadi daging,  Kalam yang    menjadi manusia, Firman yang menjadi Imanuel, Dia perlu pimpinan Roh  Kudus.    Siapakah engkau, yang berdoa tidak perlu dipimpin oleh Roh Kudus?  Siapakah engkau,    yang sudah belajar menghafal doa sehingga engkau merasa sudah pintar  berdoa    di luar kepala dan tidak perlu dipimpin oleh Roh Kudus? Dalam Lukas 4  dan Matius    4 dikatakan, Roh Kudus memimpin Yesus ke padang belantra untuk dicobai  dan di    situ Dia berdoa 40 hari. Dia berdoa, berdoa, berdoa dan sebagai puncak  doanya    kita melihat Roh Kudus memimpin Dia. Selama 40 hari Dia berada dalam  pergumulan    doa. Roh Kudus mendampingi dan akhirnya doa-Nya sudah memuncak, sudah  mencapai    suatu status, kuat untuk bisa mengadapi pencobaan-pencobaan yang  berat. Di dalam    dunia, Yesus berdoa dan dipimpin oleh Roh Kudus. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saudara-saudara,     bukan hanya itu; Alkitab berkata bahwa Roh menolong kita dengan  keluhan-keluhan    yang tak terucapkan. Apakah artinya ini? Keluhan yang tidak  terkatakan, yang    tidak dimengerti oleh manusia, keluhan-keluhan itulah dikatakan Roh  Kudus. Orang    yang belajar sabar tahu betapa berat arti S-A-B-A-R ini. Sabar ini  sulit. Dalam    bahasa Tionghoa kata "sabar" tersusun oleh dua suku kata (radix),    yang artinya jantung ditusuk oleh pisau. Itulah arti sabar.  Kadang-kadang saudara    tidak bisa sabar tetapi mesti sabar juga, sudah tidak bisa tetapi  mesti sabar,    saudara paksa-paksakan, persis seperti jantung ditusuk pisau. Goyang  sedikit,    pecah jantungmu. Itu namanya sabar. Siapakah yang paling sabar? Yang  paling    sabar ialah Roh Kudus. Waktu Dia memperanakkan kita, Dia sudah  bertekad untuk    mendampingi anak yang dilahirkan itu. Dia mau hidup ditengah-tengah  kita, Dia    mau hidup di dalam kita. Roh Kudus mendampingi kita seperti seorang  ibu, dengan    penuh kesabaran Ia mendidik kita, memimpin kita menuju ke jalan yang  benar,    menuju jalan yang bercahaya dengan terang yang mulia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam  bahasa Yunani    Roh Kudus disebut "Parakletos". "Para" artinya di samping.    "Parakletos" adalah Penghibur yang mendampingi kita. Pada waktu engkau     dicela, dihina, waktu engkau sendirian melayani Tuhan dan tidak  dimengerti oleh    orang lain, bahkan oleh kawan dan rekan sendiri, ingatlah akan  "Parakletos",    Roh Kudus Penghibur yang mendampingi engkau di sampingmu dan terus  menguatkan    engkau, berdoa ganti engkau, karena Dia mengatahui isi hati Tuhan dan  Bapa mengetahui    doa Roh Kudus. Ini adalah komunikasi antara ketiga oknum; Bapa, Anak  dan Roh    Kudus. Bapa mencintai Anak. Anak mencintai Bapa, Bapa mencintai Roh  Kudus, dan    Roh Kudus mencintai Bapa. Ketiga Oknum berkomunikasi, ketiga Oknum  saling mencintai,    dan pengertian antara ketiga Oknum demikian jelas, demikian tuntas,  sempurna    dan demikian indah. Disebut di sini bahwa Roh Kudus tahu maksud Bapa  dan Bapa    juga mengerti isi hati Roh Kudus. Karena Roh Kudus mengetahui  kedalaman dan    keajaiban segala rahasia yang tersembunyi sedalam- dalamnya di dalam  diri Allah    Bapa, maka Roh Kudus bisa berdoa sesuai dengan kehendak Bapa,  sedangkan engkau    dan saya tidak mungkin. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Roh Kudus  membantu    engkau dan saya berdoa di hadapan Tuhan. Saudara, dulu di desa-desa di  Tiongkok    banyak wanita tidak sekolah. Kalau mereka mau menulis surat kepada  suami atau    anaknya di kota lain, mereka harus meminta bantuan seorang tukang  tulis surat.    Nah, tukang tulus surat tidak ada modal berdagang tetapi ada modal  sekolah.    Jadi mereka pasang satu meja, botol tinta, sebuah pena, yaitu kuas  dari bulu,    dan banyak kertas di lacinya. Wanita-wanita itu lalu mendiktekan apa  yang mereka    ingin katakan. Biasanya bahasa mereka selalu jelek, tata bahasanya  tidak teratur,    tetapi yang menulis langsung mengubah menjadi kalimat-kalimat yang  indah, tata    bahasanya baik dan tulisannya bagus; kalau kata-katanya terlalu kasar  dihaluskan,    supaya dapat mengungkapkan apa yang diinginkan dengan sebaik-baiknya.  Nah, Saudara,    demikianlah pekerjaan Roh Kudus, dalam membantu kita berdoa. Doa kita  sering    ngawur, Roh Kudus membetulkan. Dia mengeluh dan mengeluh mendengar doa  kita,    tetapi Ia memperindah doa kita sehingga diterima oleh Bapa. Saudara  mau doa    Saudara diterima oleh Bapa? Caranya tidak lain, kecuali hidup menurut  kehendak-Nya    dan diperkenan oleh-Nya, dan Roh Kudus akan membantu kita berdoa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Saudara,  sejak    saya berumur sepuluh tahun saya mempunyai beban doa untuk penginjilan  dunia,    tetapi tidak tahu bagaimana harus berdoa. Kemudian Tuhan menolong saya  untuk    mulai melihat siapa yang memberitakan Injil, saya mendukung para  penginjil dan    siapa yang diinjili, orang-orang yang paling sulit menerima Injil;  lalu cari    kesulitan dan rintangan yang mereka hadapi dan saya doakan. Mulai  Tuhan mengajar    dengan kebenaran, seperti mengupas lapisan-lapisan bawang yang luarnya  sudah    rusak, mengupas satu per satu sampai ditemukan inti di dalamnya yang  sesuai    dengan hidup yang Allah ingini. Pelan-pelan saya belajar mengetahui  bagaimana    berdoa sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam berdoa saya dididik, saya  dibantu,    sehingga lambat laun mulai tidak lagi berdoa untuk hal-hal yang  sekunder, hal-hal    yang tidak perlu, tidak lagi berdoa untuk keuntungan dan kepentingan  diri sendiri,    melainkan mengutamakan Tuhan. Lambat laun saya merasakan perasaan saya  lain    sekali; kalau Tuhan sudah mau begini, hati ingin begitu, tidak ada  sejahtera.    Setelah berdoa untuk pekerjaan Tuhan, berdoa untuk orang lain, untuk  penginjilan    seluruh dunia, ada suatu ketenangan dalam hati. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saudara  akan mengalami    damai sejahtera yang luar biasa kalau Saudara mengingat orang lain,  bukan mengingat    diri sendiri. Di dalam Alkitab ini merupakan suatu prinsip! Pada waktu  Ayub    bersungut-sungut tidak habis-habisnya, mencela Allah, ia tidak ada  jalan pembebasan.    Tetapi ketika Ayub berdoa untuk kawan-kawannya dan untuk orang lain,  Allah melepaskan    dia dari kesusahan. Ayat yang indah! Hanya Roh Kudus yang bisa  menolong kita,    mengarahkan kita keluar dari hidup doa yang egosentris menuju hidup  doa yang    altruistis, yaitu berdoa untuk orang lain. Hidup berdoa untuk melihat  lebih    lebar, lebih luas, penyangkalan diri lebih besar, melihat kerajaan  Allah. Roh    Kudus menolong kita berdoa karena Ia mengetahui isi hati Tuhan.  Kiranya Tuhan    memperbarui, menormalkan dan mengarahkan kebenaran di dalam hidup doa  kita masing-masing.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;,Arial,Helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sumber:  &lt;i style="color: red;"&gt;Khotbah    Pdt. Dr. Stephen Tong dalam Persekutuan Doa Momentum; Buletin Surat  Doa -- No.    4, diterbitkan oleh LRII (Lembaga Reformed Injili Indonesia) &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2766387396345303337-8968689324489793518?l=pentecost-reflection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://pentecost-reflection.blogspot.com/2010/07/hubungan-doa-dan-roh-kudus.html</link><author>noreply@blogger.com (Prayer Warrior)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ASzzsTZF8IE/TFOe_UvifgI/AAAAAAAAAAw/qQYEkLVs2QU/s72-c/stephen+tong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>
